Rabu, 27 Maret 2013

Misteri Kamar Mandi



Ketika jari-jemari berolahraga.
Aku hanya ingin menyampaikan bahwa, apa ya ...

Kemana perginya kata-kata yang teruntai indah di kamar mandi tadi?

Kamar mandi. Hm, ngapain kamar mandi diomongin. Apa sih pentingnya kamar mandi. Oh, penting sekaleeeee.... tanpa kamar mandi mau %#@! dimana coba. Plis ya, aku dengar suara hatimu mengatakan kali –sungai- -sok tau-.
Beberapa tahun yang lalu ketika aku masih lugu sekali #itu dulu, sekarang aku masih lugu#. Aku berada dalam suatu ruang. Terduduk di kursi yang begitu lembut, merasakan hawa yang begitu sejuk, dan berada di samping orang terkasih –maunya- tapi bukan kok, sodara-sodara. Standar saja, aku berada di samping temanku.
Auditorium Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga atau apalah nama resminya. Saat itu aku mengikuti seminar menjelang SNMPTN 2011. Seminar yang berisi penuh semangat, menggebrak hati yang bimbang, ada canda tawa, dan ada satu lagi yaitu suatu atmosfer yang begitu hening, tenang, damai. Tapi bukan itu yang akan kuceritakan.
Dari sekian uraian sang pembicara yang begitu luar biasa, ada satu hal yang cocok dengan yang pernah kurasakan. Tidak hanya pernah tapi berkali-kali terasa. Emm... Entah hanya aku atau tidak, tapi dari siswa sekelas aku adalah siswa yang paling sering ke kamar mandi –sepertinya-. Tiap selesai mata pelajaran ini, aku lalu melesat ke kamar mandi dengan kecepatan standar. Bahkan di tengah pelajaran itu, aku tidak lupa ijin keluar kelas demi menuju kamar mandi. Ya, namanya juga panggilan $@&%. Tapi bukan penyebab hal itu yang akan kuceritakan, sodara.
Aku aneh atau tidak, ya? Sempat tertanya seperti itu. Apalagi ketika aku merasakan bahwa kamar mandi di rumahku adalah kamar mandi yang paling nyaman yang pernah kumasuki, hoho... Ketika aku berada di kamar mandi, banyak hal terjadi, maksudnya imajinasiku bertebaran bak bintang di langit malam –bukan bak kamar mandi lho ya-. Bicara sendiri, membuat cerita sendiri, nyanyi –paling jarang terjadi-, latihan pidato, ah, pokoknya hati atau otak atau yang ada dalam diriku meluapkan gelombang kata-kata yang dimilikinya. Tidak jarang aku mendapatkan ide-ide ketika berada di dalam kamar mandi, atau aku menyadari perkara-perkara, ataupun memotivasi diri sendiri.
Rasanya sejuk, tenang. Ketika kran terbuka terdengar aliran air yang kemudian menenggelamkan rasa penat, marah, sedih, susah. Tidak ada suara berisik orang lain, tidak ada. Hanya ada aku yang semakin menikmati dunia damaiku. #perhatian, khusus kamar mandi di rumahku#
Lalu, apa maksudnya?
Begini, sodara-sodaraku ... Karena sang pembicara, aku menjadi tahu mengapa ada perasaan seperti itu ketika aku berada di kamar mandi. Ternyata oh ternyata, sang pembicara juga memiliki pengalaman yang beda-beda tipis lah ^o^. Beliau bercerita bahwa di dinding luar kamar mandinya ada tempat untuk menulis, kertas ditempel atau apalah. Untuk apa? Sodaraku, tentunya untuk ditulisi sesuatu. Nah, sesuatunya itu, lho. Jadi, beliau sering mendapatkan ide-ide ketika berada di kamar mandi dan cepat-cepat menuliskannya agar ide-ide itu tidak hilang. Oleh karena itu lah beliau memasang kertas di sana.
Beliau menjelaskan –langsung intinya saja, ya- bahwa ketika berada di kamar mandi, manusia bisa masuk dalam kondisi yang penulis tidak mampu mengingat namanya. Kondisi tersebut akan tercapai jika suasananya tenang. Ketika berada di kamar mandi kita merasa tenang dan rileks sehingga ide-ide mudah bermunculan. Kalau keadaannya tenang, mudah kan untuk memikirkan suatu hal. Makanya ide bisa datang dengan kecepatan tinggi. Tapi jangan senyum kelamaan karena ide juga akan melesat pergi dengan kecepatan tinggi pula –jadi sekalian aja ya bawa kertas sama bolpen ke kamar mandi-.
Manfaatkan kesempatan dimanapun berada termasuk ketika di kamar mandi. Jangan biarkan mas ide atau miss idea berlalu begitu saja karena kedatangannya membawa makna untuk diwujudkan. Jadi, wujudkan ide-idemu! Mungkin sepele, hal kecil. Tapi hal besar bisa menjadi besar karena ada hal-hal kecil yang bersinergi.
Tips:
-          Jangan sembarangan masuk kamar mandi. Jika mau berlama-lama di kamar mandi, pilihlah kamar mandi yang nyaman.
-          Bawa kertas dan bolpen gak ada ruginya kok.
-          Berpikir positif.
-          Sebelum masuk dan setelah keluar kamar mandi, berdoa ya ^^.
Ucapan terima kasih. Terima kasih kepada Allah yang telah mempertemukanku dengan sang pembicara. Terima kasih kepada sang pembicara karena ilmu yang mencerahkan sebagian kegelapanku. Terima kasih mahasiswa UGM jurusan *** yang telah membuat momen –seminar- itu. Terima kasih rekan-rekan SMA yang mengajakku terutama yang rela memboncengkan diriku :). Terima kasih sodara-sodaraku yang rela menyisihkan waktunya untuk membaca.
Nah, demikian sedikit kisah yang semoga tidak hanya mengisahkan manfaat, tetapi juga menjadi amal yang bermanfaat.
Closing statement: Lumayan kan, sambil %$#@ bisa dapat ide cemerlang, hehe ... Salam ^^. nurid

Selasa, 26 Maret 2013

Baju untuk Kalkulator Tersayang

Apa kabar semua? Lama diriku tidak menyapa, ya.

Yuhuuu... Ada yang baru, nih!











 
Oh, ini tempat kalkulator, kawan. Kasihan lho kalau kalkulatornya gak dikasih baju. Di ruang ber-AC kan dingin, hehe... Sayang juga kan kalau kalkulatornya lecet-lecet. Tempat kalkulator ini terbuat dari kain flanel, ringan, dan asli buatan tangan, jahitan tangan. Ukuran, warna, motif, dll bisa disesuaikan dengan keinginan kamu. Harga Rp8.000,00 menyesuaikan pesanan.

Mudah banget untuk punya tempat kalkulator cantik ini. Tinggal ambil HP dan kirim SMS ke 085643391393. Bisa melalui e-mail ke hastnur@gmail.com. ^^,

Ada Tisu di Balik Tangisan

              Sore-sore begini kuliah sudah selesai. Waktunya pulang ke kos, yuhui. Aku pulang menyusuri jalan sebelah timur gedung D03 FMIPA UNY. Ah, aku sendiri lagi nih. Temenku itu tu yang itu yang sejalur sama aku dijemput temennya, ya, yang itu lah pokoknya. Ah, bodo amat gak mau kupikirkan, ntar jadi merusak kebahagiaanku untuk pulang, hoho.... #backsound gembira: Senangnya hatiku, turun panas demamku .... lhoh lhoh malah iklan, ups ^^ maaf, tapi aman nih, banyak yang gak tau ^o^ # ..$%$@@$ huhuu,,hikz.. hiksss%$#


Eh, apa sih itu? Kok semriwing terdengar suara aneh. Aduh, sayup-sayup sore begini jadi ngeri deh. Aku toleh kanan kiri, kanan lagi, di markas Hancala gak terlihat ada manusia, di depan ormawa gak ada siapa-siapa malah anak-anak ketawa di dalam hima. Waduw... Lanjut jalan deh, lupakan, lupakan.

&*$#huu.uu...hu..huhuu.. hikz...hikzz*^$@ ....... Lhah kok ada lagi ya, apaaaaa???? Mau lari, kok ya persediaan energi hanya cukup buat jalan. Ya sudahlah, aku beranikan diri untuk berhenti sejenak dengan telinga lebih siaga. %@$!huu.uu...hu..huhuu.. hikz...hikzz&^%$$

Hmzzzzz..... Suaranya makin jelas. Siapa sih ya, sore-sore begini nangis! Membuat orang merinding aja. Sumbernya dari dekat fotokopian nih. Entah mengapa aku malah melangkahkan kaki menuju tempat fotokopi yang sudah tutup itu. Ada tempat yang agak tersembunyi di dekat sana. Agak ragu sih tapi aku tetap menuju ke sana dan ...

Waaaaaa.......
 Sebuah percakapan terjadi ....

Diriku: Ehm... Permisi... (Setelah aku sapa dia, dia hanya melirik lalu menunduk. Sebut saja dia Harum (nama samaran))

Harum: (tak menjawab, masih sesenggukan. Seakan tidak mempedulikan kehadiran manusia ini #oh, teganya pada diriku# Ya aku maklum, orang sedang nangis. Hm... Sepertinya mahasiswa baru nih)

Diriku: Udahan nangisnya, ya. Udah sore ini, waktunya pulang. (Sambil kusodorkan selembar tisu karena memang tinggal selembar saja yang kupunya, hehe...)

Harum: Mak ka sih mbak. (Hore, dia merespon diriku walaupun sedikit terbata-bata)

Harum: ....... ............. ...... Mbak, aku sebel deh. Masak temenku cowok satu itu tu jahat banget, banget deh. Ngledek aku gara-gara ini ni (mengeluarkan sesuatu dari dalam tas). Ih emang dia gak butuh apa? Padahal aku pernah liat dia beli juga di KOPMA. Huh, dia tu ya, jahat banget. Gak perlu segitunya kali.

Diriku dalam hati: walah-walah, kukira gak kuat ngomong. Eh, malah langsung panjang kali lebar sama dengan luas. Kamu tu dek yang gak perlu segitunya...

Diriku: Lho memang apa salahnya dengan tisu gulung?
Harum: Aku lagi pilek berat ni mbak, jadi butuh tisu banyak. Di kos Cuma ada ini langsung aja aku masukin tas, buru-buru. Nah di kelas jelas banget aku butuh, ya udah langsung aja tak kluarin. Trus dia ngledek terus, mana pake bahasa tingkat desanya yang aku gak ngerti. Jahat, kan...

Diriku: Oalah, adek... Jangan lihat dengan prasangka negatif. Dia pasti orang yang suka bercanda. Karakter orang beda-beda. Nah, termasuk karakter dia seperti itu tapi maksud dia bukan mengejek kamu. Mungkin dia mau menghibur kamu yang lagi sakit pilek. Oh, aku punya solusi kok.

Harum: Iya, sih mbak. Dia humoris kok, tapi kadang keterlaluan sih. Solusi apa ya mbak?
Diriku: (gak kalah dengan si adek, aku mengeluarkan sesuatu dari dalam tas)

TARAAAAA !!!!!!!!

UPS ini bukan tempat HP lhoh....
Lihat lagi deh...

Di tempat umum bawa tisu gulung? Aduh jangan deh! Ambil tisu secukupnya aja lalu masukin di tempat tisu seperti gambar di atas. Wah, jadi oke dan PD lah pokoknya (bukan Persamaan Diferensial lho). Lebih praktis, hemat tempat pula, gak memenuhi tas kok.

Apaaa???? Gak sempet buat? Gak perlu repot-repot buat. Tinggal ambil HP lalu SMS dengan format NAMA spasi BELI spasi TEMPAT_TISU spasi BANYAKNYA lalu kirim ke 085643391393 (Ida). Cukup dengan uang Rp4.000,00 kamu gak perlu lagi malu bawa tisu gulung. Harga bisa berubah menyesuaikan warna, motif, dll. Sampai jumpa di layar HP ^o^.

Perhatian: CERITA di atas hanyalah fiktif belaka tapi TEMPAT TISU di atas adalah nyata dan dengan unsur kesengajaan.